4 December, 2005

Kok Tidur di Sekolah Lagi?

Catatan: Umum, Olahraga

Ogi: Pegawai Disdik Harus Inovatif

BANJARBARU - Ogi Fajar Nuzuli tampak cemas ketika mengetahui atlet-atlet pelajar Banjarbaru yang rencananya akan mengikuti POPDA di Banjarmasin tanggal 26-30 Juni ini, ternyata kembali ditidurkan di sekolah-sekolah seperti tahun lalu.
Yang namanya tidur di sekolah bisa dibayangkan sendiri. Tidurnya lesehan tanpa kasur. Dengan hanya ditemani bantal dari tasnya masing-masing. Selanjutnya masalah WC atau kamar mandi juga termasuk persoalan krusial sekali, karena jumlahnya seringkali tak sebanding dengan jumlah para atlet.

Tak ubahnya dengan tahun lalu, persoalan nyamuk juga pasti mengganggu nyenyaknya tidur mereka. Padahal para atlet sangat membutuhkan waktu istirahat yang cukup, karena besoknya sudah pasti dituntut harus tampil sehat untuk menghadapi pertandingan.

Kemudian persoalan tidak hanya sampai di situ saja. Sebab jika ada yang mendapatkan cedera sudah pasti tambah lengkap lagi penderitaan mereka.

“Terus terang saya sendiri tak habis pikir dengan pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel yang mengurusi masalah POPDA ini. Persoalan sudah tidak layaknya para atlet pelajar tidur di sekolah itu kan sudah pernah dikritik orang. Eh, ternyata tahun ini mereka kembali melakukan hal yang sama. Apa mereka itu sepertinya tidak punya sama sekali keinginan untuk melakukan perbaikan setiap tahun,” cecar Ogi Fajar Nuzuli.

Menurut Kepala Distakot Kota Banjarbaru itu, kalau pegawai Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel punya keinginan saban tahun lebih baik lagi, tentu mereka harus punya upaya untuk memperbaikinya.

“Memang ujung-ujungnya yang dipersoalkan itu mesti masalah minimnya dana. Tetapi bukan berarti gara-gara dananya minim, lantas langsung menyerah. Jadi pegawai itu kan tentu harus punya pemikiran yang inovatif. Kalau tak punya sama sekali, ngapain mereka dipertahankan. Mending disuruh mundur, atau pensiun dini saja,” timpal Ketua Harian Pengda Pertina Kalsel itu, sembari menjelaskan pihak Disdik Prov Kalsel sebenarnya masih bisa mengupayakan pencarian dana lewat sharing dengan para bupati atau walikota. Karena para bupati atau walikota juga pasti tak ingin menyaksikan para atlet pelajar daerahnya masing-masing terlantar.

Lantas apa tanggapan Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel tentang keluhan akomodasi para atlet pelajar POPDA ini? Kasubdin Bina Pemuda dan Olahraga Disdik Prov Kalsel, Oriono Nyiker, menjelaskan pihaknya memang sengaja menidurkan para atlet pelajar itu di sekolah-sekolah di kawasan Mulawarman Banjarmasin. “Kami memahami, kalau Disdik kabupaten maupun kota yang mengirimkan para atlet pelajarnya ke POPDA ini sudah pasti mengeluarkan banyak dana. Makanya kami mengusahakan sekolah-sekolah yang dipilih sebagai tempat tidur para atlet itu berdekatan dengan tempat pertandingan. Supaya biaya yang dikeluarkan dapat sehemat mungkin. Ya, boleh juga dikatakan POPDA ini betul-betul murah meriah,” terang Oriono Nyiker, ketika ditemui di ruang kerjanya siang kemarin. (dye)

[testing posting… dikutip dari arsip Radar Banjarmasin]